Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah: dengan Pengertian dan Contohnya

Pernah mendengar zakat, infak, dan sedekah, tetapi masih bingung apa yang membedakan ketiganya?

Zakat, infak, dan sedekah sama-sama bentuk berbagi dan membantu sesama. Namun, ketiganya memiliki hukum, dan ketentuan yang berbeda.

Supaya tidak keliru, yuk, kenali perbedaan zakat, infak, dan sedekah berikut ini!

1. Apa Itu Zakat?

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan saat harta telah memenuhi syarat zakat untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka…” QS. At-Taubah: 103

Ada dua jenis zakat yang utama:

a. Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat pada bulan Ramadan, menjelang Hari Raya Idulfitri. Zakat ini bertujuan menyucikan orang yang berpuasa dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia serta membantu fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya.

Berapa zakat fitrah yang harus dikeluarkan?

Besaran zakat fitrah adalah 2,5 kg atau 3,5 liter beras atau makanan pokok per jiwa. Zakat fitrah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang sesuai ketentuan lembaga berwenang di daerah masing-masing.

b. Zakat Mal

Zakat mal adalah zakat atas harta yang dimiliki seorang Muslim setelah memenuhi persyaratan. Harta yang dapat dikenai zakat antara lain uang, emas, perak, hasil perdagangan, dan hasil pertanian.

Besaran zakat mal bergantung pada jenis hartanya. Untuk harta tertentu, seperti uang, emas, dan harta perdagangan, kadar zakat umumnya sebesar 2,5% apabila telah memenuhi nisab dan haul jika disyaratkan.

Nisab adalah batas minimal harta yang menyebabkan seseorang wajib mengeluarkan zakat, sedangkan haul adalah masa kepemilikan selama satu tahun hijriah untuk jenis harta yang mensyaratkannya.

Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Allah SWT menjelaskan delapan golongan yang berhak menerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil.

Karena hukumnya wajib apabila syaratnya terpenuhi, zakat perlu ditunaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Berikut beberapa contoh zakat yang sering ditunaikan oleh umat Islam:

  1. Zakat Fitrah: Seseorang menunaikan zakat fitrah untuk dirinya sebesar 2,5 kg beras atau sesuai ketentuan yang berlaku menjelang Idulfitri.
  2. Zakat Penghasilan: Seseorang memiliki penghasilan Rp10.000.000 per bulan. Jika penghasilannya telah memenuhi ketentuan nisab, zakat penghasilan dengan kadar 2,5% adalah Rp250.000.
  3. Zakat Emas: Seseorang memiliki emas yang mencapai nisab 85 gram dan telah dimiliki selama satu tahun hijriah. Jika seluruh syarat zakat terpenuhi, zakatnya sebesar 2,5% dari jumlah emas yang wajib dizakati.

2. Apa Itu Infak?

Infak adalah mengeluarkan sebagian harta untuk kebaikan. Infak bisa diberikan untuk membantu orang yang membutuhkan atau mendukung kegiatan sosial kemanusiaan, pendidikan.

Berbeda dengan zakat, infak tidak memiliki batas minimal harta seperti nisab. Jumlahnya bisa disesuaikan dengan keinginan dan juga kemampuan.

Contoh: Memberikan uang untuk membantu korban bencana, menyumbang untuk pembangunan fasilitas umum, atau mendukung program pendidikan.

3. Apa Itu Sedekah?

Sedekah adalah pemberian atau perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas hati karena Allah SWT.

Sedekah tidak harus berupa uang atau barang. Membantu orang lain, memberikan tenaga, memberikan makanan, bahkan tersenyum kepada sesama juga termasuk sedekah.

Contoh: Berbagi makanan, membantu tetangga yang kesulitan, atau menyingkirkan benda berbahaya dari jalan.

4. Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah?

Supaya lebih mudah diingat, berikut perbedaannya.

Perbedaan

ZakatInfakSedekah

Hukum

Wajib jika memenuhi syaratUmumnya sunahUmumnya sunah

Bentuk

HartaHartaHarta dan perbuatan baik
JumlahSesuai ketentuan zakatSesuai kemampuan

Sesuai kemampuan

PenerimaDelapan golongan yang berhak

Sesuai tujuan yang dibenarkan

Berbagai bentuk kebaikan

Cara mudah mengingatnya:

  • Zakat: kewajiban yang memiliki aturan khusus.
  • Infak: mengeluarkan sebagian harta untuk kebaikan.
  • Sedekah: berbagi harta atau melakukan kebaikan.

Infak dan sedekah memiliki makna yang berdekatan. Bedanya, sedekah memiliki cakupan lebih luas karena bisa dilakukan tanpa mengeluarkan uang.

5. Mana yang Harus Didahulukan?

Jika sudah memenuhi syarat wajib zakat, utamakan menunaikan zakat terlebih dahulu. Setelah itu, kita bisa melanjutkan kebaikan melalui infak dan sedekah sesuai kemampuan.

Tidak perlu menunggu punya banyak uang untuk berbagi. Kita bisa memulainya dari hal sederhana, seperti menyisihkan sebagian rezeki atau membantu orang di sekitar.

Zakat, infak, dan sedekah punya aturan yang berbeda, tetapi sama-sama menjadi cara untuk berbagi dan membantu sesama.

Dengan memahami perbedaannya, kita bisa menunaikan zakat dengan benar serta lebih mudah membiasakan diri untuk berinfak dan bersedekah. Karena sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan, manfaatnya bisa berarti bagi orang lain.

Tunaikan zakat, infaq atau sedekah terbaikmu, bisa konsultasi ke nomor CS pusat Mizan Amanah 📲081 1187 3334. Sampaikan kebaikanmu kepada mereka yang berhak dan membutuhkan.

Dukung dan ikut dengan program kebaikan Mizan Amanah, lihat disini mizanamanah.org/bio

Bagikan