Sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa. Di malam-malam ini terdapat malam yang sangat mulia yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3)
Selain itu, terdapat beberapa waktu yang dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa:
1. Sepertiga Akhir Malam (Qiyamullail)
Pada waktu ini, banyak orang sedang terlelap, sehingga menjadi kesempatan istimewa bagi seorang hamba untuk bangun dan bermunajat kepada Allah. Melalui shalat tahajud, istighfar, dan doa, seseorang dapat mencurahkan segala harapan, memohon ampunan, serta meminta kebaikan dunia dan akhirat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia yang hanya terdapat pada bulan Ramadhan. Pada malam ini, pahala ibadah dilipatgandakan dan nilainya lebih baik dari beribadah selama seribu bulan.
Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang dibaca ketika menemui Lailatul Qadar, lalu beliau bersabda:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (HR. Tirmidzi)
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.
3. Antara Adzan dan Iqamah
Waktu antara adzan dan iqamah merupakan momen yang sering kali singkat namun sangat dianjurkan untuk dimanfaatkan dengan berdoa. Pada waktu ini, seorang Muslim sedang menunggu panggilan shalat dan berada dalam keadaan yang dekat dengan ibadah, sehingga doa yang dipanjatkan menjadi sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
4. Ketika Sahur
Waktu sahur termasuk dalam waktu yang penuh keberkahan, karena berada di penghujung malam menjelang subuh.
Allah SWT berfirman:
“Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 18)
5. Saat Berbuka Puasa
Setelah seharian menahan lapar dan dahaga karena Allah SWT, doa orang yang berpuasa memiliki keutamaan dan tidak tertolak.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi)
6. Ketika Dalam Perjalanan
Seseorang yang sedang dalam perjalanan juga dianjurkan untuk memperbanyak doa karena dalam perjalanan, seorang hamba sering menghadapi berbagai keadaan
Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi: doa orang yang dizalimi, doa orang yang sedang dalam perjalanan, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
7. Ketika Turun Hujan
Hujan merupakan tanda rahmat dan karunia dari Allah SWT. Karena itu, ketika hujan turun umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon kebaikan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Dua doa yang tidak tertolak: doa ketika adzan dan doa ketika turun hujan.” (HR. Abu Dawud)
8. Hari Jumat
Rasulullah SAW bersabda:
“Di hari Jumat terdapat suatu waktu, tidaklah seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, melainkan Allah akan memberinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Penutup
Sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan kesempatan berharga untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memanfaatkan waktu-waktu mustajab untuk berdoa, kita diingatkan untuk terus berharap dan bersandar hanya kepada-Nya.
Semoga Ramadhan yang kita jalani dipenuhi keberkahan dan semoga kita semua dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.




