Tentang Perasaan yang Tak Pernah Diketahui Siapa-siapa, Tapi Didengar Allah

Kadang ada hari-hari di mana kita nggak bisa jelasin apa yang sebenarnya terasa, apa yang dikeluhkan dan ingin diceritakan. Bukan karena nggak ada yang peduli, tapi karena memang nggak tahu harus mulai dari mana. 

Namun di balik semua itu, Allah selalu tahu — bahkan sebelum kata “ya Allah” sempat terucap. Allah tahu isi hati yang rapuh. Allah mendengar setiap keluh yang kita tahan, setiap harapan kecil yang kita jaga diam-diam, setiap “bisa” yang kita ucapkan, padahal hati sedang berusaha bertahan. 

Kadang kita merasa benar-benar sendiri, padahal di sisi kita selalu ada yang Maha Mendengar. Dia tidak menuntut kita untuk selalu kuat, hanya meminta kita untuk tetap datang pada-Nya, meski dengan hati yang retak, dengan doa yang berantakan.

Lalu, di tengah lelah dan padatnya hari-hari, kita pun belajar satu hal penting — bahwa menenangkan hati juga bagian dari ibadah. Hidup memang tak pernah benar-benar berhenti memberi tugas pada kita. Ada kerja yang menunggu, kewajiban yang harus dijalankan, dan hal-hal kecil yang menuntut perhatian setiap hari. Kadang tubuh terasa penat, pikiran penuh, dan hati seperti kehilangan ruang untuk bernapas.

Namun di antara hiruk pikuk itu, kita bisa belajar seni sederhana: seni menenangkan hati. Bukan berarti menghindar dari kenyataan, tapi memberi diri kesempatan untuk berhenti sejenak. 

Menenangkan hati bukan soal pergi jauh atau menyingkir dari dunia.

Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Dan di situlah kuncinya — ketenangan bukan sesuatu yang kita cari di luar, tapi sesuatu yang tumbuh dari dalam; dari hati yang yakin bahwa seberat apa pun hari ini, kita nggak pernah benar-benar sendiri.

اللهم اجعل قلوبنا مطمئنة بذكرك، واملأ أيامنا بالرضا، وعلّمنا كيف نرتاح بتسليمنا لأمرك.
Allahumma aj‘al qulubana muthma’innah bidzikrik, wa amla’ ayyāmana bir-riḍā, wa ‘allimnā kaifa nartāḥu bitaslīminā li amrik.

“Ya Allah, jadikan hati kami tenang dengan mengingat-Mu, penuhi hari-hari kami dengan rasa ridha, dan ajarkan kami cara beristirahat dengan berserah pada ketetapan-Mu.”

Bagikan