Mendapat Ampunan Dosa yang Telah Lalu: Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Rasanya hari hari Ramadhan belum lengkap tanpa berdiri bersama dalam shalat malam yang penuh ketenangan ini. Shalat  tarawih yang berarti istirahat dulu para ulama dan orang-orang shalih melaksanakannya dengan bacaan yang panjang, lalu mereka beristirahat sejenak di antara rakaat-rakaatnya. 

Walaupun disebut tarawih, sebenarnya shalat ini termasuk shalat malam (qiyamul lail). Bedanya, shalat tarawih dikhususkan di bulan Ramadhan saja. Jadi bisa dikatakan bahwa shalat sunnah tarawih adalah shalat malam yang dilakukan khusus di bulan Ramadhan.

Waktu shalat tarawih yaitu setelah shalat isya’ sampai terbit fajar, boleh menunaikannya diantara waktu tersebut, dan lebih utama dilaksanakan secara berjamaah.

Jumlah rakaat yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 11 atau 13 rakaat. ‘Aisyah Radhiallahu Anha mengatakan “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah rakaat dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 rakaat.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no.738)

Keutamaan Shalat Tarawih

1. Mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”(HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

2. Shalat bersama imam seperti shalat semalam penuh

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis baginya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An-Nasa’i no. 1605)

Dengan mengikuti shalat tarawih bersama imam sampai selesai, kita sudah dicatat seperti menghidupkan satu malam penuh. Bukan siapa yang paling lama berdiri, tapi siapa yang mau datang. 

Mungkin tubuh terasa lelah setelah seharian berpuasa. Mungkin ada rasa malas yang datang. Tapi setiap langkah menuju tarawih adalah langkah menuju ampunan.

Dan bisa jadi, dari sekian banyak malam Ramadhan, ada satu malam tarawih yang menjadi sebab Allah mengampuni semuanya.

Karena kadang yang Allah lihat bukan sempurnanya ibadah kita tapi usaha kita untuk datang.

Selain menjadi jalan ampunan dan pahala yang besar, shalat tarawih juga membawa banyak kebaikan yang kadang tidak langsung kita sadari.

3. Melatih hati untuk dekat dengan Allah

Di bulan-bulan biasa, tidak semua orang terbiasa bangun malam atau melakukan shalat sunnah. Tapi di bulan Ramadhan, tarawih seperti mengajak kita pelan-pelan untuk mendekat.

Awalnya mungkin hanya ikut-ikutan, mungkin juga karena suasana Ramadhan. Tapi dari situlah hati belajar terbiasa berdiri di hadapan Allah.

Karena kadang yang membuat seseorang berubah bukan sesuatu yang besar, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang. Dan tarawih bisa jadi salah satunya.

4. Menjadi waktu terbaik untuk menenangkan diri

Setelah seharian menjalani aktivitas dan berpuasa, malam tarawih terasa berbeda. Suasananya lebih tenang, lebih pelan.

Di saat orang-orang berkumpul di masjid atau shalat di rumah, ada rasa damai yang sulit dijelaskan.

Mungkin inilah salah satu makna dari nama tarawih yang berarti istirahat seolah-olah setelah seharian sibuk dengan dunia, Allah memberi waktu khusus agar kita kembali kepada-Nya.

5. Menghidupkan malam-malam Ramadhan

Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus di siang hari, tapi juga menghidupkan malamnya. Shalat tarawih membuat malam Ramadhan terasa hidup. Lampu masjid menyala, orang-orang berjalan menuju ibadah, suara bacaan Al-Qur’an terdengar.

Hal-hal sederhana seperti itu yang seringkali membuat Ramadhan terasa hangat dan dirindukan.

6. Kesempatan pahala yang tidak datang setiap waktu (Hanya Ramadhan)

Tidak ada di antara kita yang benar-benar bersih dari kesalahan. Setiap orang memiliki masa lalu yang mungkin ingin dilupakan, dosa yang mungkin disesali, dan kekurangan yang terus diperbaiki. Namun Ramadhan datang membawa kabar bahwa pintu ampunan selalu terbuka, dan shalat tarawih menjadi salah satu jalan yang Allah mudahkan untuk meraihnya.

Mungkin kita datang untuk tarawih dengan langkah yang biasa saja, bahkan dengan rasa lelah setelah seharian berpuasa. Namun setiap malam yang diusahakan dan diniatkan dihadapan Allah tidak pernah sia-sia. 

Dan mungkin itulah yang membuat tarawih terasa begitu berarti bukan karena kita mampu melakukannya, tetapi karena kita tetap berusaha datang dan berdiri di hadapan-Nya.

Maka selama Ramadhan masih diberikan kepada kita, jangan meremehkan langkah kecil menuju tarawih. Sebab bisa jadi dari ibadah yang terlihat sederhana itulah Allah memberikan sesuatu yang paling kita harapkan, yaitu ampunan-Nya.

Bagikan