Selama zakat tak ditunaikan, ada rumah yang tetap gelap, meja makan yang tetap kosong, dan masa depan anak yang terus tertunda. Zakat bukan cuma soal angka dan kewajiban — tapi tentang bagaimana kita hidup berdampingan dengan lebih peduli.

Bayangkan di sekitar kita: ada tetangga yang tiap hari berangkat kerja paling pagi tapi tetap susah menutup kebutuhan bulanannya; ada ibu tunggal yang berjuang menghidupi anaknya dengan usaha kecil; ada anak yatim yang butuh biaya sekolah agar masa depannya tetap terbuka.

Zakat sebagai jembatan. Apa yang kita keluarkan, kembali ke kehidupan orang-orang ini dalam bentuk kekuatan baru: makanan yang cukup, pendidikan yang tetap berjalan, usaha yang kembali hidup, dan keluarga yang bisa bernapas lebih lega.

Dalam kehidupan sehari-hari, zakat mengajarkan kita untuk tidak menunggu kaya dulu sebelum membantu. Ia membuat kita sadar bahwa rezeki yang kita pegang selalu ada hak orang lain—dan ketika kita tunaikan, dunia di sekitar kita pelan-pelan ikut membaik.
Zakat bukan sekadar ritual, tapi cara bertumbuh bersama sebagai manusia.
Dalil dan Kewajiban Zakat
Zakat bukan hanya aturan, tapi cara Allah menjaga keadilan sosial. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman At-Taubah: 103
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…”

Rasulullah ﷺ pun mencontohkan pentingnya zakat dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam riwayat diceritakan bahwa beliau tidak pernah membiarkan seorang muslim yang mampu menunda zakatnya. Ketika ada sahabat yang kesulitan, Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat lain membantu melalui zakat dan sedekah, agar tak ada yang tertinggal dalam kebutuhan hidup.
Beliau juga bersabda:
Bukhari & Muslim:
“Islam dibangun atas lima perkara… menunaikan zakat…”
Contoh nyata dari Rasulullah ﷺ adalah ketika beliau mendistribusikan zakat kepada orang miskin, anak yatim, dan mereka yang tidak punya penghasilan. Beliau memastikan zakat benar-benar menjadi penyangga kehidupan umat.

Setiap kebaikan kecil yang kita keluarkan bisa mengubah hari seseorang. Lewat program-program kebaikan Mizan Amanah, zakatmu disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan: anak yatim, dhuafa, keluarga rentan, hingga pendidikan dan pemberdayaan.
Tunaikan zakatmu bersama Mizan Amanah. Karena dari satu kebaikanmu, lahir harapan baru untuk banyak kehidupan.




