Ada satu hadits, hadits itu menggambarkan bahwa nanti di hari kiamat, manusia tidak akan bisa pergi begitu saja, di hari akhir manusia tidak akan bergeser kaki nya sehingga dia ditanya tentang lima hal:
Dalam riwayat Imam Tirmidzi dari Nabi Muhammad ﷺ. disebutkan bahwa kaki seorang manusia tidak akan bergeser sampai ia ditanya tentang beberapa hal dalam hidupnya:
tentang umur nya untuk apa ia gunakan, tentang masa mudanya bagaimana ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia mendapatkannya dan untuk apa ia belanjakan, serta tentang ilmunya apa yang telah ia lakukan dengannya.
Empat hal itu sebenarnya bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Justru semuanya adalah bagian dari hidup yang paling sering kita jalani tanpa banyak dipikirkan.
Umur sering terasa seperti sesuatu yang masih panjang, terutama ketika hari-hari berjalan seperti biasa. Kita bangun pagi, melakukan pekerjaan, berbincang dengan orang-orang di sekitar, lalu malam datang kembali.
Umur sebenarnya habis sedikit demi sedikit. Bukan sekaligus, tetapi setiap hari. Dan mungkin yang akan ditanyakan bukan seberapa lama kita hidup, melainkan untuk apa waktu itu digunakan.
Apakah hanya lewat begitu saja, atau pernah diisi dengan sesuatu yang bernilai.
Masa muda sering dianggap sebagai waktu yang masih panjang dan penuh kesempatan. Banyak orang merasa masih ada waktu nanti.
Padahal masa muda adalah bagian dari umur yang paling cepat berlalu. Tanpa terasa seseorang tiba-tiba sudah tidak berada di fase itu lagi.
Tenaga yang dulu terasa kuat, waktu yang dulu terasa luas, dan kesempatan yang dulu terasa banyak perlahan berkurang.
Karena itu masa muda bukan hanya kesenangan atau kebebasan, tetapi juga pilihan-pilihan kecil yang membentuk kehidupan seseorang.
Dan semua pilihan itu suatu hari akan dimintai jawaban.
Harta adalah sesuatu yang hampir setiap hari dipikirkan. Orang bekerja untuk mendapatkannya, berusaha menjaganya, dan merencanakan bagaimana menggunakannya.
Sebagian harta habis untuk kebutuhan hidup, sebagian untuk hal-hal yang menyenangkan, dan sebagian lagi mungkin disimpan untuk masa depan.
Semua itu wajar, karena hidup memang membutuhkan harta. Namun hadits itu mengingatkan bahwa harta itu dari mana datangnya dan kemana perginya.
Karena setiap harta sebenarnya adalah amanah yang hanya dititipkan sementara. Ada harta yang mungkin habis tanpa terasa untuk hal-hal kecil yang segera dilupakan.
Tapi ada juga harta yang bisa menjadi sesuatu yang terus hidup meskipun pemiliknya sudah tidak ada.
Misalnya harta yang digunakan untuk membantu orang lain, memberi makan yang membutuhkan, atau meringankan beban anak-anak yatim yang tidak lagi memiliki tempat bergantung.
Sering kali bantuan itu terlihat kecil di mata manusia, tetapi mungkin justru itulah yang paling berarti ketika semua harta sudah ditinggalkan.
Apa yang pernah diberikan kepada anak yatim atau orang yang membutuhkan bukan sekadar bantuan sesaat. Ia bisa menjadi jawaban ketika harta itu ditanyakan nanti.
Karena harta yang disimpan akan tinggal di dunia, sedangkan harta yang diberikan bisa menjadi bekal.
Ilmu bukan hanya apa yang dipelajari di sekolah atau dibaca di buku. Ilmu juga bisa berupa pemahaman tentang hal-hal yang benar dan yang salah, tentang apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang seharusnya ditinggalkan.
Setiap orang memiliki pengetahuan dalam kadar yang berbeda-beda. Dan pengetahuan itu bukan hanya untuk diketahui, tetapi juga untuk dijalankan.
Karena ilmu yang tidak diamalkan pada akhirnya hanya akan menjadi sesuatu yang diketahui tanpa memberi perubahan.
Doa Memohon Ampunan
Ada orang-orang yang ketika dihisab dia tidak dipertontonkan seluruh manusia ada sebuah tabir antara dirinya dan Allah saja kemudian Allah bertanya kepada seorang itu ‘apakah engkau tau dosa ini?’ saat itu dosa dosa kita semua diperlihatkan ‘kamu melakukan ini?’
Di jawab dengan seorang itu ‘iya ya allah’ seorang itu menyadari hingga gemetar tubuhnya, ketakutan, jatuh, sampai dia mengira dia tidak bisa diampuni, dia binasa, mengira akan masuk kedalam neraka.
kemudian Allah berfirman ‘aku telah menutupi dosa dosa tersebut untukmu didunia dan hari ini aku mengampuninya untukmu’. Ini adalah orang orang yang nanti mendapatkan ampunan. Dan ini adalah fungsi dari doa
Di antara doa yang diajarkan untuk memohon ampunan adalah doa yang pendek tetapi mencakup banyak harapan:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
Artinya:
Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.
Doa ini tidak hanya untuk dosa yang kita sadari, tetapi juga untuk kesalahan yang tidak kita ingat lagi, dan mungkin juga untuk dosa yang tidak pernah kita sadari.
Karena suatu hari nanti, sebelum kaki itu melangkah, setiap orang akan berdiri dengan jawabannya masing-masing.
Dan mungkin di antara semua jawaban itu, yang paling diharapkan adalah bahwa Allah mengampuni.




